Houston, waspadatv.co.id || Di suatu sore Juni, 22 orang berlari di atas rumput Houston. Di luar stadion, 525.000 jiwa menahan napas di 10 pulau Atlantik.
Jumlah itu lebih sedikit dari Kota Sorong. Pasar Remu saat magrib saja bisa lebih riuh dari seluruh negeri itu.
Tapi hari itu, Tanjung Verde hanya butuh satu hal: tidak kalah. Tiga Kali Bernapas, Satu Tiket Sejarah. Mereka tidak membantai. Mereka bertahan. Seperti karang yang dipukul ombak.
0-0 melawan Spanyol. 2-2 melawan Uruguay lewat gol Kevin Pina. 0-0 melawan Arab Saudi di Houston Stadium.
Tiga kali peluit panjang. Tiga poin. Cukup untuk menyingkirkan Uruguay dan mengunci posisi runner-up Grup H di Piala Dunia 2026.
Undangan ke Hadapan Raja
Karena finis kedua, Blue Sharks mendapat lawan paling berat, yakni Argentina dan Lionel Messi. Laga 32 besar yang akan digelar 3 Juli 2026 di Hard Rock Stadium, Miami.
Vozinha, kiper 40 tahun yang menepis 7 tembakan Spanyol, kini harus berdiri di depan kaki kiri yang pernah membuat dunia menangis.
Kejutan Tanjung Verde di gelaran Piala Dunia bukan cuma cerita bola. Ini cerita tentang ukuran. Sorong sering dibilang kota kecil. Tapi lihat Tanjung Verde. Negara sekecil Kota Sorong, berani satu lapangan dengan Messi.
Tanjung Verde sudah menang sebelum menendang bola. Karena mereka membuktikan, kecil bukan alasan untuk diam. Sepi bukan alasan untuk takut.
3 Juli 2026 mendatang. Hiu Biru vs Raja. Mampukah Tanjung Verde menghadang Messi dan membuat kejutan baru untuk dunia menyaksikan. (Jurn)


