Waspadatv.co.id ( TAPUT )- Toba Pulp Lestari ( TPL ) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan sekolah alam Paud Sektor Aekraja di area konsesi PT. TPL tepatnya di Mes si 22 Desa horisan ranggitgit kecamatan parmonangan kabupaten Tapanuli Utara, Rabu 17 September 2025.
Pantauan dilapangan hadir dalam acara Ibu pendeta HKBP Ranggitgit br. Nainggolan, wina risanti direktur exsekutif, kades horisan ranggirgit Saor Pardomuan Manalu, tokoh masyarakat Lambas manalu,Fiber Operation Head Monang Simatupang, direktur TPL, Hotman Sibuea HR Ops & GA Head PT. TPL. Manager Sektor Aekraja Ronson Sianturi, Humas Sektor Aekraja Jubpri Sibuea.
Sebelum acara dimulai, tamu undangan disambut dengan tarian adat batak yang dibawakan dari anak – anak yayasan bonapasogit. Acara dibuka dengan ibadah kebaktian yang dibawakan oleh pendeta HKBP Ranggitgit br. Nainggolan dan dilanjutkan dengan pemberkatan peletakan batu pertama yang diwakili para tamu undangan.
Pembangunan sekolah alam Paud Sektor Aekraja menuai kritikan dari berbagai kalangan baik pemerhati maupun masyarakat sekitar. Salahsatu masyarakat sekitar feri manalu mengatakan bahwa pembangunan sekolah alam Paud Sektor Aekraja tidak tepat sasaran. Feri menganggap pembangunan yang akan dilaksanakan hanya sebagai ajang pencitraan PT.TPL seakan peduli dengan pendidikan.
Ditambah lagi, pembangunan sekolah alam paud tersebut terletak jauh dari hunian masyarakat sekitar. Dari masyarakat desa Aekraja jarak tempuh lumayan jauh, dan begitu juga dari desa horisan ranggitgit. Mengingat juga di tiap desa sudah ada paud.
” pembangunan paud itu tidak efektif bang, terkesan hanya untuk oencitraan TPL seakan peduli terhadap pendidikan masyarakat di sekitar area kerja TPL estate aekraja. Yang tinggal disitu anak- anak paling 5- 10 orang. Berarti TPL hebat dong, membangun sekolah untuk anak – anak pekerja yang tinggal di mes 22″ ucapnya.
Masih dalam acara yang sama, Jubpri sibuea dalam sambutanya mengatakan terimakasih kepada management yang telah membangun gedung sekolah alam Paud Sektor Aekraja.
Saat dikonfirmasi kepada TPL melalui manager corpcom salomo sitohang mengatakan bahwa ini merupakan tanggungjawab sosial dari pihak TPL untuk anak para pekerja TPL, baik BHL, ataupun karyawan.
” Kalau masyarakat menilai itu pencitraan, ya itu pemikiran seseorang. Dan tidak menutup kemungkinan apabila ada anak masyarakat sekitar untuk bersekolah disitu diperbolehkan. Karena pembangunan sekolah itu dikhususkan untuk anak karyawan dan para tenaga kerja TPL” jelasnya
(RED)













