Uncategorized

Perjuangan Menembus Batas: DPR dan PUPR Papua Tengah Melawan Medan Liar Demi Air Bersih Pulau Arui

418
×

Perjuangan Menembus Batas: DPR dan PUPR Papua Tengah Melawan Medan Liar Demi Air Bersih Pulau Arui

Sebarkan artikel ini

Waspadatv.co.id || NABIRE, Papua Tengah – Komitmen untuk menghadirkan air bersih sebagai hak dasar bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) bukan sekadar janji politik. Hal ini dibuktikan dengan perjuangan nyata tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Tengah dan DPR Provinsi Papua Tengah saat melakukan survei lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pulau Arui, Kabupaten Nabire. (08/11/2025).

​Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PUPR, Bapak Ir. Yulianus Mambrasar, S.ST, M.Si, M.T., tim survei harus berjibaku dengan kondisi alam yang ekstrem. Perjalanan menuju titik pembangunan jaringan air bersih di Pulau Arui menuntut mereka naik turun bukit dan melintasi hutan lebat. Medan yang berat ini menjadi saksi bisu betapa mendesaknya kebutuhan air bersih di wilayah tersebut.

Anggota DPR Papua Tengah, Stella T U Misiro, S.Hut, hadir langsung dalam tim, mengawal aspirasi warga Arui dari bangku parlemen hingga ke jantung pedalaman.

​“Kunjungan ini bagi saya bukan hanya menjalankan tugas, tetapi juga beban moril sebagai anak daerah yang rindu melihat kampung halaman tumbuh dengan layak,” ujar Stella Misiro dengan nada haru, menekankan bahwa perjuangan ini adalah masalah kemanusiaan dan moralitas.

Langkah cepat dan tanggap yang ditunjukkan oleh Dinas PUPR ini mendapat apresiasi tinggi dari legislatif. Stella Misiro secara khusus memuji visi Gubernur Papua Tengah yang menempatkan pemerataan pembangunan sebagai prioritas, serta komitmen lapangan yang luar biasa dari Kepala Dinas PUPR, Bapak Yulianus Mambrasar.

Survei SPAM Pulau Arui ini diharapkan menjadi pilot project yang akan mereplikasi pembangunan air bersih ke wilayah 3T lainnya di Papua Tengah. Inisiatif ini selaras dengan semangat Loyalty Otsus Adat (LOA), sebuah filosofi yang mengedepankan pembangunan dari pinggiran dengan menjunjung tinggi kearifan lokal, demi terwujudnya kesejahteraan yang adil bagi seluruh masyarakat.

Proyek ini menandai dimulainya babak baru di mana hak dasar masyarakat, seperti akses air bersih, tidak lagi menjadi angan-angan, melainkan kenyataan yang dibangun melalui keringat dan semangat pantang menyerah.

(YM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250