Waspadatv.co.id || NABIRE – Isu mengenai pekerjaan seorang anak di bawah umur di kawasan Moroseneng, Nabire, semakin memanas. Bantahan keras datang dari seorang tetangga sekaligus saksi mata, Ibu Aida, yang tinggal tepat berhadapan dengan lokasi yang dimaksud.
Ibu Aida dengan tegas membantah pemberitaan awal yang menyebut anak tersebut bekerja di warung makan di kawasan Barat 2 Moroseneng. Menurut kesaksiannya, fakta di lapangan jauh berbeda: anak yang disorot tersebut justru bekerja sebagai ladies di tempat hiburan malam, bukan sebagai pelayan warung.
”Yang diberitakan itu tidak benar kalau anak itu kerja di warung, karena saya sering lihat langsung,” ujar Ibu Aida pada Selasa (5/11/2025). “Saya sering masuk… di situ saya lihat anak itu memang kerja sebagai ladies, bukan kerja di warung.”
Keterangan Ibu Aida menyingkap dugaan upaya penutupan fakta terkait pekerjaan anak tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya kerap melihat sang anak bersama para ladies lain di lokasi hiburan tersebut.
Saksi Mata Tetangga: Sebagai warga yang rumahnya hadapan-hadapan dengan Barat 2 Moroseneng, Ibu Aida mengklaim mengetahui betul aktivitas sehari-hari di dalamnya.
Logika Sederhana: “Kalau kerja di warung, mestinya dia di dalam warung. Tapi kalau ikut mejeng dengan para ladies di depan, ya jelas bukan kerja warung,” tegasnya, menggunakan logika yang sulit dibantah.
Pekerjaan Lama: Ibu Aida bahkan menyebut bahwa keberadaan anak itu sudah sejak lama. Ia menduga ini adalah kembalinya anak tersebut ke lokasi yang sama, bahkan sebelum pemerintahan saat ini berjalan.
Meski secara fisik anak itu tampak dewasa, Ibu Aida meyakini usianya masih belia. “Badannya besar, jadi kelihatan dewasa. Tapi kalau diperhatikan wajahnya, jelas masih anak-anak,” ungkapnya.
Terkait bantahan dari pihak keluarga, Ibu Aida menilai hal itu sebagai upaya wajar untuk menutupi kenyataan yang memalukan. “Sebagai ibu mungkin wajar kalau menutupi, apalagi saya tahu ibunya dulu juga pernah kerja sebagai ladies di situ. Jadi mungkin malu atau berusaha menutupi,” katanya.
Dari informasi yang beredar di lingkungan setempat, anak yang kini disebut berusia 15 tahun itu dikabarkan pernah bekerja di tempat yang sama pada tahun 2023, saat usianya diperkirakan baru 13 tahun.
Ibu Aida menegaskan dirinya siap menjadi saksi atas temuannya karena melihat langsung aktivitas keseharian di lokasi tersebut, menuntut adanya penegakan hukum terkait dugaan eksploitasi anak di tempat hiburan malam.
(YM)













