Sorong, Waspadatv.co.id- Aktivitas perkantoran Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, sejak Senin, (6/7/2026) Juli 2026 hingga,Selasa, (7/7/2026) terganggu akibat sejumlah pintu kantor di palang oleh warga.
Rutinitas di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong pagi itu tidak terdengar seperti biasanya.
Berdasarkan pantauan jurnalis media ini, sejumlah pintu masuk kantor dinas tertutup rapat. Palang kayu dipaku bersilang menahan langkah. Di celahnya, kain merah berkibar pelan. Dedaunan terselip di antaranya, seperti pesan lama yang belum selesai dibaca.
Beberapa meter dari gerbang, selembar spanduk terbentang. Di atas kain putih itu tertulis pernyataan sikap Suku Besar Moi terkait proses penetapan Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong.
Sejak pagi, roda birokrasi berjalan pelan. Sejumlah Aparatur Sipil Negara datang, berhenti di hadapan palang, lalu menepi. Ada yang menunggu dalam diam. Ada yang berbalik, melanjutkan tugas melalui sambungan telepon. Kantor yang biasanya riuh, pagi itu hanya menyisakan sepi.
Di tengah suasana itu, para peserta aksi menyampaikan harapannya. Mereka meminta agar dalam penetapan Sekretaris Daerah definitif, pemerintah daerah memberi ruang bagi keterwakilan putra daerah. Bagi mereka, suara adat adalah bagian dari denyut pembangunan di tanah ini.
Aparat keamanan tampak berjaga. Langkah mereka teratur, mata mengawasi. Suasana tetap terjaga. Di luar, kendaraan lalu lalang seperti biasa. Sebagian pengendara memperlambat laju, menoleh sejenak ke arah palang, lalu melanjutkan perjalanan.
Pemalangan ini terjadi ketika proses penetapan Sekretaris Daerah definitif Kabupaten Sorong telah memasuki garis akhir. Sebelumnya, Panitia Seleksi telah menuntaskan rangkaian panjang dan mengumumkan tiga nama hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Tahun 2026.
Tiga nama itu adalah Barbalina Osok, Adi Bramantyo, dan Nimrod Sesa. Mereka telah melewati ujian administrasi, uji kompetensi, penelusuran rekam jejak, hingga tatap muka dalam wawancara .












