Daerah

BIMTEK Kepala Desa Se-Taput di Hotel Saka Medan Disorot, Fasilitas Dinilai Tak Sebanding dengan Anggaran Rp1,2 Miliar

×

BIMTEK Kepala Desa Se-Taput di Hotel Saka Medan Disorot, Fasilitas Dinilai Tak Sebanding dengan Anggaran Rp1,2 Miliar

Sebarkan artikel ini

TAPUT,waspadatv.co.id – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi seluruh kepala desa se-Kabupaten Tapanuli Utara yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di Hotel Saka Medan kembali menuai sorotan. Selain mempertanyakan urgensi dan efektivitas kegiatan, sejumlah pihak juga menyoroti lokasi pelaksanaan yang dinilai belum memiliki fasilitas yang memadai dibandingkan dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap pemerintah desa mengalokasikan biaya Rp5.000.000 untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dengan jumlah 241 desa di Kabupaten Tapanuli Utara, total anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan BIMTEK ini diperkirakan mencapai Rp1.205.000.000.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan mengenai efektivitas penggunaan dana, termasuk alasan pemilihan lokasi pelaksanaan kegiatan di luar daerah.

Sorotan semakin menguat setelah sejumlah peserta dan pemerhati menilai fasilitas Hotel Saka Medan belum sepenuhnya memadai untuk pelaksanaan kegiatan berskala besar yang diikuti ratusan kepala desa. Penilaian tersebut mencakup kenyamanan ruang kegiatan serta fasilitas penunjang lainnya yang dinilai belum sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Seorang pemerhati pemerintahan desa yang dimintai tanggapan menyebutkan bahwa apabila tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kapasitas aparatur desa, pemerintah seharusnya juga mempertimbangkan aspek efisiensi dan kualitas sarana pendukung.

“Apabila fasilitas hotel yang dipilih belum memadai, tentu menjadi pertanyaan mengapa tidak memanfaatkan hotel atau fasilitas pertemuan yang tersedia di Kabupaten Tapanuli Utara. Selain dapat menghemat biaya perjalanan, kegiatan seperti ini juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Sejumlah pihak juga menilai penyelenggaraan BIMTEK yang berulang setiap tahun perlu dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengukur sejauh mana materi yang diberikan benar-benar meningkatkan kompetensi kepala desa dalam tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan desa, serta pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat berharap penggunaan anggaran yang mencapai lebih dari Rp1,2 miliar tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, baik dari sisi materi yang diberikan, narasumber yang dihadirkan, rincian penggunaan anggaran, maupun hasil yang diperoleh peserta setelah mengikuti kegiatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara maupun instansi terkait masih diharapkan memberikan penjelasan mengenai dasar pelaksanaan BIMTEK di Hotel Saka Medan, pertimbangan pemilihan lokasi, rincian pembiayaan, serta indikator keberhasilan kegiatan. Penjelasan tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan untuk memastikan penggunaan anggaran desa telah dilaksanakan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250