Uncategorized

Tragedi di Tengah Euforia: Konvoi Bintang Kejora di Nabire Berujung Maut, Polisi Jadi Korban Tabrak

170
×

Tragedi di Tengah Euforia: Konvoi Bintang Kejora di Nabire Berujung Maut, Polisi Jadi Korban Tabrak

Sebarkan artikel ini

Waspadatv.co.id || NABIRE—Kegiatan syukuran wisuda Kampus STAK Nabire pada Jumat sore (15.30 WIT) berakhir tragis. Konvoi sejumlah wisudawan yang diwarnai pengibaran bendera terlarang Bintang Kejora dan teriakan “Papua Merdeka” berujung pada bentrokan di jalanan, menyebabkan seorang pengendara tewas dan seorang anggota polisi terluka parah. (28/11/2025).

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menyampaikan duka mendalam atas insiden maut yang terjadi saat jajarannya berupaya mengamankan wilayah kota menjelang serangkaian tanggal penting Kamtibmas (1, 10, dan 14 Desember).

Insiden bermula ketika rombongan sekitar 20–30 orang yang baru merayakan wisuda melakukan konvoi menggunakan sepeda motor dari Tanah Merah menuju Auri, melewati pusat keramaian kota. Sepanjang perjalanan, mereka membentangkan bendera Bintang Kejora dan meneriakkan yel-yel provokatif.

​Menanggapi laporan yang berpotensi memicu kekacauan, Kapolres Nabire segera memerintahkan pemblokiran jalan untuk menghentikan massa.

​”Saat melakukan pemblokiran, salah seorang pengendara dari rombongan menabrak anggota kami,” jelas Kapolres. “Anggota kami terlempar dan sempat pingsan.”

​Nahas, pelaku yang menabrak turut jatuh, lalu ditabrak oleh simpatisan lain yang melaju kencang di belakangnya.

Akibat benturan keras itu, anggota polisi mengalami luka pada bagian lutut, sementara pengendara yang menabrak mengalami luka sobek serius di bagian belakang kepala.

Saat ditangani di lokasi—meski sempat melakukan perlawanan—polisi menemukan sebilah pisau dari pemuda tersebut.

Korban tabrakan, yang awalnya masih sadar, kemudian mengalami penurunan kesadaran dan langsung dilarikan ke rumah sakit. “Meski telah diberikan bantuan pernapasan beberapa kali, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata AKBP Samuel.

Polres Nabire telah mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam konvoi, untuk diperiksa statusnya, apakah mereka wisudawan, simpatisan, atau pihak lain yang sengaja menunggangi momen.

​Kapolres menegaskan proses hukum akan ditegakkan. “Kami harus mengetahui motif pengibaran bendera Bintang Kejora, peran masing-masing, serta tujuan aksi ini,” tegasnya.

Bagi mereka yang hanya ikut-ikutan dan terbukti tidak terlibat aktif, akan segera dikembalikan. Namun, bagi yang terbukti memiliki peran dalam aksi pembentangan bendera maupun upaya memicu kekacauan kota, status penanganan dapat ditingkatkan ke tahap penyelidikan.

​Kapolres Nabire mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas, terutama karena Nabire adalah ibu kota provinsi, demi menghindari terulangnya tragedi di tengah perayaan. Anggota polisi yang terluka kini dilaporkan sudah sadar dan tengah menjalani perawatan.

(YM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250