Berita

Animo Sorong Meledak, Lantai Dasar Kota Berubah Jadi Stadion Raksasa

×

Animo Sorong Meledak, Lantai Dasar Kota Berubah Jadi Stadion Raksasa

Sebarkan artikel ini
Suasana Nobar piala dunia di Pengadilan Negeri Kota Sorong

SORONG, waspadatv.co.id ll Sorong kembali riuh. Bukan karena pesta politik, melainkan karena pesta bola. Animo masyarakat Kota Sorong menyaksikan gelaran Piala Dunia terbilang fantastis.

Sejak peluit pertama dibunyikan, lantai dasar kota ini seolah tidak pernah tidur. Masyarakat dari ujung Malanu hingga Klademak tidak pernah melewatkan satu pertandingan pun. Setiap ruang publik berubah rupa menjadi arena nonton bareng.

Warung kopi di sudut jalan, teras-teras rumah warga, hingga sejumlah sudut ruangan kantor lembaga pemerintah, memaasang layar televisi , kursi ditata, dan tawa pun pecah bersamaan. Hal ini demi memberi ruang bagi para penggemar untuk menyaksikan tim idolanya berlaga.

Meski hanya lewat layar kaca, sorak sorai yang lahir tidak kalah nyaring dari gemuruh stadion tempat pesta olahraga empat tahunan itu digelar.

Dari gang sempit hingga bundaran kota, jalanan Sorong berubah menjadi panggung ekspresi. Klakson berbunyi panjang saat tim idola memenangi pertandingan. Kemeriahan itu bahkan tidak kalah dari keramaian saat pimpinan daerah disambut pasca kemenangan Pilkada.

Pantauan jurnalis waspadatv.co.id selama gelaran Piala Dunia, ratusan warga Kota Sorong merayakan kemenangan tim favoritnya dengan melakukan pawai kendaraan dan memasang atribut tim sepak bola.

Salah satu pendukung tim Samba Brasil, Yuris (43), kepada jurnalis waspadatv.co.id di salah satu pusat perbelanjaan Kota Sorong yang menggelar nobar, mengungkapkan kegembiraannya usai Brasil menundukkan Jepang pada laga 32 besar Piala Dunia, Selasa (30/6/ 2026).

“Mantap, Brasil juara. Saya punya tim. Ko main ko menang. Ko main torang pawai. Brasil juara dunia, Brasil tara kalah di semua pertandingan,” katanya sambil mengibarkan bendera Brasil di tangannya.

Piala Dunia kali ini seakan punya sihir. Ia menyatukan ribuan warga dari segala usia dan latar belakang. Anak sekolah, pedagang, hingga ASN, duduk bersebelahan membawa atribut tim idola mereka.

Bendera negara peserta berkibar di tiang rumah, di pagar, hingga di spion motor. Sorong, untuk sementara, lupa sejenak dengan hiruk pikuk hariannya. Kota ini hanya ingin satu hal, ikut berpesta bersama dunia. (Jurn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250